Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz2KmkBhfTz Harian Silampari Online (Jawa Pos Gruop): Seputar Musi Rawas

Iklan

Text

ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR
Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post 5

[]Harian Silampari Facebook[]
Tampilkan postingan dengan label Seputar Musi Rawas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Musi Rawas. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Pengamanan PT SRMD Gunakan Baret Merah

MUSI RAWAS- Kebocoran pipa milik PT Serelaya Merangin Dua (PT SRMD) karena tidak ditanam bukan hanya mengganggu ekosistem. Namun kejadian ini juga membuat warga resah.
Bahkan menurut masyarakat Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir yang merasakan dampak kebocoran pipa milik PT SRMD, hingga saat ini belum ada konpensasi atau ganti rugi dari pihak perusahaan. Hal ini tidak hanya membuat sebagian masyarakat terpancing emosi.

Read More »
00.12 | 0 komentar

Bentuk Tiga Tim Penanggulangan Banjir

MUSI RAWAS- Menindak lanjuti bencana banjir belum juga surut dibeberapa wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas menggelar rapat guna membentuk tim penyuplai bantuan. Hasil rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Rawas, H Raidusyahri kemarin dibentuklah tiga tim untuk mendistribusikan bantuan. Ketiga tim tersebut nantinya akan bertugas di tiga wilayah kecamatan yang hingga saat ini menjadi wilayah terparah digenangi banjir.
“Diantaranya adalah untuk wilayah Kecamatan Muara Kelingi, Muara Lakitan, dan Rawas Ilir,” jelas Sekda Kabupaten Musi Rawas H Raydusyahri usai memimpin rapat koordinasi, Minggu (17/2).


Read More »
00.11 | 0 komentar

Dua Desa Siap Terbentuk

MUSI RAWAS- Proses pemekaran Desa Panglero dan Cawang Gumilir saat ini memasuki tahap akhir, seluruh persyaratan untuk membentuk desa baru telah dilengkapi.
Demikian diungkapkan Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas, Wahisun Wais Wahid saat dikonfirmasi Harian Silampari.
“Semua persayaratan sudah lengkap untuk diajukan menjadi desa pemekaran yang baru, berkasnya juga sudah dinaikkan kepada Bupati,” tambahnya.


Read More »
00.11 | 0 komentar

Sabtu, 16 Februari 2013

Satu Intake Bermasalah

MUSI RAWAS- Pihak BLU-SPAM Kabupaten Musi Rawas melakukan pengecekan rutin kebeberapa intake terutama di kawasan terkena bencana banjir.
Pengecekan ini bertujuan untuk mengetahui apakah mesin intake masih berfungsi atau tidak setelah terjadi bencana banjir yang hingga sekarang belum menunjukan tanda-tanda surut.
Kepala Badan Layanan Umum Sistem Penyediaan Air Minum (BLU-SPAM) Kabupaten Musi Rawas, Sabam Siagian menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan dilakukan pihak BLU-SPAM semua mesin intake dalam kondisi baik dan normal. Hanya satu intake saat ini dihentikan operasionalnya berada di Kecamatan Muara Kelingi. Hal ini terpaksa dilakukan
karena bak penampungan air bersih dan mesin intake saat ini dalam kondisi terendam air.
Meskipun telah dibangun jauh dari bibir sungai dan telah ditinggikan posisinya, namun luapan air Sungai Musi ternyata sampai pada mesin intake dan merendamnya hingga kedalaman delapan meter. Tidak hanya terendam air, bak penampungan air bersih dan mesin intake juga tertimbun lumpur berasal dari sedimentasi sungai dibawa luapan banjir.
Endapan lumpur membuat mesin intake tidak dapat berfungsi sehingga proses penyaluran air kepada pelanggan juga terganggu. Cadangan air bersih dalam bak penampungan saat ini juga telah bercampur dengan air sungai dan lumpur, sehingga tidak lagi layak konsumsi.
“Beberapa waktu lalu air dan lumpur juga sempat menggenangi bak penampungan air bersih. Namun saat surut langsung kita bersihkan dengan cara diselam. Tapi kondisi saat ini tidak mungkin dilakukan penyelaman karena posisi bak penampungan dan mesin intake saat ini telah berada ditengah-tengah sungai akibat luapan Sungai Musi yang semakin meninggi,” terang Sabam kepada Harian Silampari di ruangan kerjanya, Jumat (15/2).
Pihaknya berharap masyarkat dapat mengerti dan memaklumi kondisi intake terendam banjir, sehingga tidak mampu melayani para pelanggan untuk mendapatkan pasokan air bersih. BLU-SPAM Kabupaten Musi Rawas akan segera melakukan koordinasi dengan aparatur pemerintahan ditingkat kecamatan dan desa dalam wilayah Kecamatan Muara Kelingi untuk membantu memberikan pengertian kepada masyarakat tentang kerusakan tersebut.
Selain di Kecamatan Muara Kelingi, semua mesin intake dalam kondisi berfungsi normal. Seperti intake di Kecamatan Muara Lakitan hingga saat ini masih aman dari jangkauan luapan banjir sebab saat dilakukan pembangunan sudah diantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir sehingga posisi pembangunannya agak ditinggikan.
Sementara itu, mesin intake berada di Desa Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir masih bisa berfungsi meskipun terendam banjir.
“Air yang menggenangi bak penampungan air bersih belum menenggelamkan bak, ada jarak sekitar 60 centimeter lagi. Intake masih bisa berfungsi kerena pompa air terdapat dalam bak. Namun jika air terus meninggi dan menenggelamkan bak tentunya operasional intake akan dihentikan sementara waktu. Karena biasanya lumpur yang terbawa banjir menyumbat pompa sehingga tidak bisa bekerja,” terangnya.

Sabam berharap masyarakat dapat bersabar jika mesin intake terpaksa harus dihentikan operasionalnya dan tidak lagi mampu memasok air bersih kepada warga. Sebab menurutnya hal tersebut bukan merupakan suatu kesengajaan tetapi memang murni kerusakan  diakibatkan faktor alam. (HS-05)

Read More »
09.47 | 0 komentar

Pak Ogah Beraksi di Genangan Air

Pak Ogah
MUSI RAWAS- Setelah beberapa hari sempat menghilang saat pihak aparatur kecamatan bersama kepolisian melakukan patrol, kini para pemungut sumbangan liar di Desa Petunang kembali beraksi. Berdasarkan pantauan Harian Silampari di lapangan, beberapa pemuda memungut sumbangan di jalan lintas provinsi Desa Petunang Kecamatan Tuah Negeri, tepatnya disalah satu titik jalan yang tergenang air cukup dalam. Sehingga para pengguna jalan terpaksa hanya menggunakan satu jalur.
Bahkan kini para peminta sumbangan liar atau biasa dikenal dengan sebutan pak ogah tersebut telah menetapkan tarif setiap kendaraan yang lewat.
“Mobil keci Rp 1000 sedangkan untuk mobil besar seperti truk, fuso, atau bus Rp 2000. Kami terpaksa meminta sumbangan di jalan karena tidak bisa bekerja. Sebab kebun karet kami tergenang air sehingga tidak bisa disadap,” jelas salah seorang pemuda yang ikut meminta sumbangan.
Dititik tersebut tidak hanya terdapat satu orang saja yang meminta sumbangan. Tetapi setidaknya ada dua hingga tiga pemungut sumbangan disetiap sisi jalan.
Warga dan pengguna jalan sendiri sangat merasa resah dengan keberadaan para peminta sumbangan ilegal tersebut. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas karena para peminta sumbangan ini terkadang menempatkan sepeda motor atau mobil disisi jalan yang tergenang air dengan alasan mencuci kendaraan. Keberadaan pak ogah ini dikhawatirkan dijadikan sebagai kedok untuk melakukan tindakan kejahatan.
“Diruas jalan ini sudah sangat sering terjadi kejahatan seperti perampokan dan penodongan. Kami berharap pihak pemerintah maupun kepolisian bertindak cepat mengantisipasi hal ini sebelum terjadinya jatuh korban,” jelas salah seorang warga yang enggan namanya untuk dikorankan.
Camat Tuah Negeri, Wahyu Wibisono mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan telah menindak lanjutinya. Namun dari beberapa kali kegiatan patrol dilakukan pihak pemerintah kecamatan selalu gagal menemukan para pemungut sumbangan liar ini saat beraksi.
“Jika tertangkap tangan akan langsung kita lakukan pembinaan, karena apa yang mereka lakukan telah meresahkan masyarakat dan para pengguna jalan,” jelasnya.
Bahkan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama pihak kepolisian sektor (Polsek) Muara Kelingi untuk membantu menertibkan para peminta sumbangan ilegal itu. Pihak kecamatan saat ini tengah menunggu Kepala Polsek Muara Kelingi pulang dari Palembang untuk segera menyusun rencana penertiban. (HS-05)

Read More »
09.45 | 0 komentar

Bantuan Terus Berdatangan

MUSI RAWAS- Keprihatinan masyarakat yang tertimpa bencana banjir diberbagai wilayah kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas terus menuai simpati baik dari instansi maupun perorangan.
Berbagai pihak terus memberikan bantuan untuk sedikit membantu warga yang sedang tertimpa bencana. Sebab bantuan berasal dari pemerintah sendiri diakui belum dapat mencukupi untuk mengcover seluruh kebutuhan warga yang terkena dampak banjir tahunan ini.
“Jumlahnya memang tidak seberapa, tetapi semoga ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dinatri saat memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Desa Bingin Jungut Kecamatan Muara Kelingi.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Tuah Negeri ini memberikan bantuan berupa 130 dus mie instans. Pemberian mie instans ini dimaksudkan agar warga dapat lebih mudah mendapatkan makanan cepat saji karena saat ini sebagian warga kesulitan memasak karena dapur dan peralatan memasak mereka ikut terendam air.

Selain bantuan dari perseorangan, pihak perusahaan yang beroperasi disekitar wilayah yang terkena bencana banjir juga mulai menyalurkan bantuannya untuk sedikit membantu masyarakat. Seperti PT Pratama Palm Abadi (PT PPA), PT Lonsum, PT Citra Loka, juga telah turun kelapangan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana banjir.

Kepala Desa (Kades) Bingin Jungut, Hamalini mengungkapkan terima kasih banyak terhadap bantuan yang diberikan oleh pihak swasta, perusahaan, maupun perseorangan ini. Sebab menurutnya saat ini masyarakat memang sangat mebutuhkan bantuan seperti bahan makanan karena banjir yang telah merendam pemukiman mereka lebih dari satu minggu yang lalu ini menyebabkan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan bahan makanan.

“ Semua bantuan akan kita kumpulkan terlebih dahulu di pos penanggulangan bencana desa, baik yang dari pemerintah, perusahaan maupun dari perseorangan.  Mungkin besok pagi baru akan kita distribusikan kepada masyarakat, sebab saat ini air sungai sedang tinggi dan deras sehingga dikhawatirkan akan membahayakan jika dipaksakan untuk menyeberang sore ini juga,” jelasnya.(HS-05)


Read More »
09.43 | 0 komentar

Gandeng Pihak Sekolah Lestarikan Budaya

MUSI RAWAS- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas berencana mengajak pihak sekolah mengajarkan kesenian dan kebudayaan kepada peserta didik. Langkah ini diambil karena kewajiban melestarikan kesenian serta kebudayaan asli milik Kabupaten Musi Rawas bukan hanya tanggung jawab salah satu dinas atau instansi. Tetapi telah merupakan kewajiban semua pihak. Demikian dikatakan Kepala Disbudpar Kabupaten Musi Rawas, Yamin Pabli melalui kKepala Bidang Kebudayaan, Hamam Santoso kepada Harian Silampari.
Rencana melibatkan pihak sekolah dalam mengenalkan seni dan kebudayaan tradisional dilakukan dengan mengambil pertimbangan bahwa anak usia sekolah mampu menyerap pengetahuan tentang seni dan kebudayaan lebih baik. Selain itu proses pengenalan kebudayaan sejak dini juga akan menciptakan rasa cinta terhadap kesenian dan kebudayaan sendiri.
Apalagi diakuinya saat ini beberapa kekayaan kesenian dan kebudayaan asli milik Kabupaten Musi Rawas telah terancam punah karena tidak lagi memiliki generasi penerus yang menguasainya. Beberapa kesenian tari bahkan diyakini telah hilang dan tidak lagi pernah ditampilkan karena terputusnya regenerasi pengetahuan kebudayaan tari tersebut.
“Langkah dokumentasi kekayaan budaya asli Kabupaten Musi Rawas tentu tidak akan mampu berdampak positif terhadap kelestarian kesenian tradisional yang kita miliki jika hanya didokumentasikan saja tanpa ada penurunan kemampuan dan penguasaan kesenian tradisional itu sendiri terhadap generasi muda,” tambahnya.
Namun demikian upaya ini kedepannya dipastikan akan menghadapi rintangan yang tidak kecil. Sebab hingga saat ini Kabupaten Musi Rawas belum memiliki guru atau tenaga pendidik yang benar-benar menguasai kesenian dan kebudayaan asli milik Kabupaten Musi Rawas. Seperti lagu, musik, tari, dan cerita serta legenda. Belum lagi untuk bentuk kebudayaan yang lebih rumit seperti prosesi pernikahan.
“Sebagai jalan keluar saat ini kita tengah mengajukan kerja sama dengan pihak Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Program Studi (Prodi) Seni dan Budaya untuk membagikan ilmunya kepada tenaga-tenaga pendidik kita. Seba saat ini universitas maupun sekolah tinggi yang ada disekitar Kabupaten Musi Rawas belum memiliki Prodi ini,” tamabahnya. (HS-05)

Read More »
09.40 | 0 komentar

Jumat, 15 Februari 2013

Jalan Lintas Provinsi Nyaris Lumpuh

MUARA LAKITAN- Meski telah lebih dari satu minggu merendam perkampungan warga, bencana banjir melanda Kecamatan Muara Lakitan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk surut. Bahkan Kamis (14/2) luapan air Sungai Musi sekitar Desa Sungai Pinang bertambah tinggi dari sebelumnya. Air mulai menggenangi Jalan Lintas Provinsi dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter membuat para penggguna jalan harus ekstra hati-hati mengendarai kendaraan mereka agar tidak terjebak dititik terendah air.

“Kendaraan masih bisa melintasi jalan dengan hati-hati, tetapi kemungkinan besok jalan tidak bisa dilalui kendaraan lagi mengingat air yang semakin tinggi dari waktu ke waktu. Kami menghimbau kepada warga untuk selalu waspada dan berhati-hati menghadapi kemungkinan air yang terus bertambah tinggi,” jelas Kepala Desa (Kades) Sungai Pinang, Firdaus saat dikonfirmasi Harian Silampari melalaui handphone.

Sementara itu ketinggian air didalam kawasan Desa Sungai Pinang juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Kabuapten Musi Rawas dan sekitarnya saat ini titik terdalam air yang merendam perkampungan warga mencapai kedalaman dua meter lebih. Masyarakat yang hendak berpergian maupun melaksankana kegiatan sehari-hari terpaksa kembali menggunakan tranportasi air seperti perahu tradisional sederhana.

Yang paling dibutukan warga saat ini adalah bantuan pasokan air bersih, sebab sumur-sumur milik mereka semuanya telah tercampur dan tercemar oleh luapan air Sungai Musi yang telah satu minggu lebih membanjiri pemukiman mereka.
“Jika terus menerus memakai air endapan banjir untuk makan maupun minum kami kahwatir nanti akan terjangkit penyakit, terutama anak-anak,” terang Eko, salah seorang warga saat diwawancara wartawan.

Karena ketiadaan sumber air bersih semenjak banjir merendam tempat tinggal mereka, warga hanya memanfaatkan luapan air sungai yang terlebih dahulu diendapkan dalam tempat penampungan air agar tanah dan lumpur yang terbawa arus berpisah dengan air. Setelah diendapkan dua atau tiga malam barulah air tersebut dipergunakan untuk memasak nasi maupun sumber air minum. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan sebab kebersihan dan kesehatan air tersebut belum tentu terjamin meski telah diendapkan dan dimasak terlebih dahulu. (HS-05)

Read More »
18.41 | 0 komentar

Puluhan Pekerja Ngadu ke Disnakertrans

MUSI RAWAS- Puluhan buruh dan pekerja mendatangani kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Rawas untuk mengadukan nasib mereka, Kamis (14/2).
Masa menamakan diri Serikat Buruh Tambang Independen (SBTI) dan Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) ini meminta kesediaan Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas menjadi fasilitator guna melakukan mediasi bersama pihak pimpinan dan pengurus PT Medco E&P Indonesia terkait lanjutan aksi demonstrasi yang mereka lakukan beberapa waktu yang lalu.

“Kami berharap dengan adanya mediasi seperti ini pihak pemerintah dapat memperhatikan apa yang dikeluhkan para buruh dan pekerja. Sehingga perusahaan dapat cepat tanggap memenuhi tuntutan para pekerja yang telah mengabdikan diri kepada perusahaan,” jelas Ali, salah seorang pekerja yang berhasil diwawancara Harian Silampari.

Dalam tuntutannya STBI dan GSBI Area PT Medco E&P Indonesia mengkritisi lemahnya pengawasan dilakukan pihak PT Medco E&P Indonesia. Sehingga menyebabkan sering terjadinya pelanggaran dan penyimpangan-penyimpangan dalam praktek outsourcing serta kepincangan sistem hukum ketenagakerjaan baik substansi, struktur, maupun kultur terhadap tenaga kerja atau buruh.

Lemahnya perlindungan hukum terhadap buruh dan pekerja, terutama pekerja kontrak yang bekerja pada perusahaan autsourcing ini dapat dilihat dari terjadinya beberapa penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran terhadap norma-norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilakukan pengusaha dalam menjalankan bisnis outsourcing.

Beberapa yang diaktegotikan STBI dan GSBI Area PT Medco E&P Indonesia sebagai pelanggaran diantaranya adalah perusahaan outsourcing tidak melakukan klasifikasi terhadap pekerja utama dan pekerja penunjang perusahaan. Hal tersebut merupakan dasar bagi pelaksanaan proses aoutsourcing, dan pelaksanaan praktek hubungan kerja yang menurut mereka melanggar aturan. Karena tidak sesuai dengan undang-undang ketenaga kerjaan dan keluar dari persyaratan perjanjian kerja kontrak waktu tertentu (PKKWT).

Perusahaan principal (PT Medco E&P Indonesia) juga dinilai telah melanggar hukum. Karena memberikan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain (Outsourcing) atau perusahaan penerima pekerja (Vendor) yang ternyata tidak terdaftar di Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas. Terlebih lagi vendor yang membawahi para pekerja minim perlindungan terhadap buruh atau pekerja, seperti pemberian upah yang dibawah upah minimum dan tidak memenuhi standar hidup layak bagi pekerja.

Selain dinilai melakukan berbagai pelanggaran yang bersifat psinsip, para pekerja dibawah Vendor ini juga merasakan kecemburuan sosial terhadap pekerja lain yang bekerja langsung kepada perusahaan principal (PT Medco E&P Indonesia).
“Uang perdiem dan tunjangan perumahan yang kami terima tidak sama besar dengan pegawai perusahan principal, selain itu Vendor juga tidak menyediakan failitas K3 seperti Jamsostek dan Jaminan Kesehatan sebagai mana yang diatur dalam undang-undang,” tambahnya.
Untuk itu mereka menuntut agar tidak ada perbedaan fasilitas antara pekerja vendor maupun perusahan principal, seperti upah yang harus mengacu kepada ketentuan upah minimum yang berlaku dan pembayarannya tidak boleh terlambat sesuai dengan perjanjian waktu pembayaran upah yang telah disepakati. Serta adanya kenaikan upah setiap tahun sesuai dengan bertambahnya pengalaman dan masa kerja. Selain itu pekerja yang bekerja diluar batas jam kerja juga harus dihitung upah lemburnya.

Mereka juga menuntut adanya pelatihan-pelatihan dimaksudkan untuk mencetak pekerja-pekerja yang professional. Sehingga dapat memberikan kerja sama yang baik kepada perusahaan dalam meningkatkan nilai jual pekerja maupun terusahaan terkait. Selian itu juga memperbolehkan para pekerja untuk berorganisasi baik didalam maupun diluar lingkungan PT Medco E&P Indonesia.

“Dan yang terpenting adalah kami mengharapkan adanya jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja seperti asuransi dan Jamsostek, juga penjelasan secara rinci mengenai job description para pekerja sehingga tidak ada pekerja yang dibebankan pekerjaan yang diluar job discriptionnya,” tegas mereka. (HS-05)

Pengawasan Terhadap Kontraktor Vendor Lemah
Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Rawas melakukan pemeriksaan terhadap kontraktor Outsourcing di Kabupaten Musi Rawas. Khususnya dibawah PT Medco E&P Indonesia pasca terjadinya demo karyawan outsourcing perusahaan ini.

Dari hasil pemeriksaan diketahui banyak pihak outsourcing atau vendor tidak mengetahui tugas dan kewajibannya terhadap karyawan yang bekerja pada mereka. Sehingga di lapangan sering kali terjadi perselisihan dan salah paham antara para pekerja dan pihak rekanan perusahaan utama.

”Seluruh kontraktor vendor kita panggil dan kita minta untuk membawa kelengkapan dokumen mereka, dari pemeriksaan berkas masih banyak yang tidak melengkapi dokumen penting seperti surat wajib lapor ketenagakerjaan,” jelas Kepala Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas, A Murtin melalui Kepala Bidang Pengawasan, Ani Wijayanti saat dikonfirmasi Harian Silampari usai memimpin mediasi antara PT Medco E&P Indonesia, kontraktor outsourcing, dan karyawan, Kamis (14/2).

Kondisi ini tentu mengejutkan. Sebab di wilayah Kabupaten Musi Rawas banyak sekali beroperasi perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan ini biasanya memiliki paling sedikit lima rekanan oursourcing.

Dari pemeriksaan 14 vendor PT Medco E&P Indonesia, sebagian besar belum memenuhi kewajiban untuk melaporkan tenaga kerja yang mereka miliki. Bahkan masih banyak belum mengetahui syarat yang harus dipenuhi dalam hal kontrak kerja para pekerja.

Selama ini penekanan dan pengawasan hanya terhadap pemberi kerja (perusahaan principal). Bukan kepada penerima kerja atau outsourcing. Sebab Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas tidak tahu kontraktor mana saja yang bertugas sebagai penerima kerja sebuah perusahaan.

Dari mediasi tersebut, pihak vendor akhirnya menyatakan siap untuk melengkapi berkas dan dokumen yang diperlukan untuk memenuhi kontrak kerja. Termasuk memenui kewajiban yang harus mereka berikan kepada para buruh atau pekerja.

“Respon mereka sangat bagus untuk segera melengkapi kekurangan dokumen yang mereka miliki, kedepan kita akan melakukan pembinaan tentang peraturan yang harus ditaati dan dipenuhi oleh para vendor ini. Sebab mereka mempunai kewajiban sebagai penerima pekerja yang telah diatur dalam undang-undang,” tambah Ani.

Kedepan pihak Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas akan lakukan pembinaan terhadap perusahaan principal maupun vendor atau outsourcing. Minimal akan diadakan pertemuan setiap enam bulan sekali untuk membicarakan dan mengkomunikasikan setiap perubahan peraturan ketenagakerjaan, maupun untuk mensosialisasikan regulasi dan kebijakan tenaga kerja baru.

Terkait tuntutan para buruh pihak Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas menyatakan belum dapat mengambil kesimpulan terhadap hal tersebut. Sebab masih akan dibicarakan kembali antara pihak pekerja, koentraktor outsourcing dan PT Medco E&P Indonesia. (HS-05)

Read More »
18.40 | 0 komentar

Rabu, 13 Februari 2013

Pembangunan RSUD Rupit Dilanjutkan 2013

RUPIT- Sebagian kecil bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kecamatan Rupit dalam kondisi rusak parah. Beberapa bagian bangunan diantaranya palfon sudah jebol, bahkan dindingnya mulai ditumbuhi lumut.
Padahal pembangunan RSUD tersebut belum dapat dikatakan selesai dan belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan sebagian besar ruangan untuk perawatan pasien masih kosong dan tidak ditempati.
Selain itu kaca jendela banyak pecah. Termasuk rumput liar mulai tumbuh di sekitar halaman gedung RSUD yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBDP) Kabupaten Musi Rawas lebih kurang Rp 483 juta.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kabupaten Musi Rawas, Karyasid Helmi ketika dikonfirmasi mengatakan pembangunan proyek RSUD Rupit tadinya sempat dihentikan tahun 2012. Sebab saat itu pemerintah masih kekurangan dana sehingga pembangunannya tidak dapat terselesaikan 100 persen.
Tahap penyelesaiannya terpaksa menunggu angaran tahun 2013 dicairkan.
“Pada 2013 ini pengerjaan RSUD Rupit akan dilanjutkan lagi dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Musi Rawas tahun 2013, dana pemabangunan lanjutan dan rahabnya memakan dana sekitar Rp 800 juta,” jelasnya.
Ditambahkannya jika nanti telah selesai dikerjakan pembangunannya maka RSUD Rupit akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas. Sebab untuk melakukan perawatan adalah merupakan tanggung jawan SKPD yang menaungi langsung RSUD Rupit tersebut.
Direktur RSUD Rupit, Dr Mahendra saat dikonfirmasi Harian Silampari melalui handphonenya tidak ada jawaban kendati dalam keadaan aktif.(HS-05)

Read More »
20.15 | 0 komentar

Harus Punya Badan Penanggulangan Bencana

MUSI RAWAS- Sebagai daerah yang sering terjadi bencana alam, terutama banjir, sudah sepantasnya Kabupaten Musi Rawas memiliki badan khusus menanggulangi bencana alam. Pemerintah seharusnya tanggap menyikapi permasalahan yang langsung berhubungan dengan masyarakat.
“Sebab hingga saat ini kita belum memiliki dinas, badan, atau instansi yang secara khusus menangani persoalan bencana. Padahal setiap tahun bencana alam terutama banjir pasti melanda sebagian wilayah Kabupaten Musi Rawas,” jelas Ruslan, Anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas kepada Harian Silampari di ruangan kerjanya, Selasa (12/2).
Menurutnya di tingkat nasional telah ada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Didaerah lain baik yang sering tertimpa bencana ataupun tidak telah mulai mendirikan badan serupa guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana yang terjadi. Sehingga saat bencana tersebut datang badan penanggulangan bencana ini telah siap dengan segala kemungkinan dan apa yang seharusnya segera dilakukan.
Sehingga tidak lagi terjadi kisah miris masyarakat yang terlambat mendapatkan pertolongan maupun bantuan seperti bahan bakanan dan pakaian saat bencana datang. Sebab menurutnya bencana alam memang memerlukan persiapan dalam menghadapainya, tidak bisa hanya menunggu saat bencana tersebut mereda baru bantuan datang. Karena masyarakat yang terkena bencana mengharapkan bantuan segera datang dan tidak ditunda-tunda.
“Jika kita telah punya badan penanggulangan bencana daerah, kita dapat mengajukan dan mengusulkan dana penanggulangan bencana kepada pusat. Sehingga tidak perlu lagi keluar instruksi yang mengharuskan setiap pegawai menyumbangkan sejumlah uang untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana alam. Ini menunjukkan bahwa memang pemerintah tidak punya dana penanggulangan bencana. Padahal bencana seperti banjir hampir setiap tahun melanda Kabupaten Musi Rawas,” terang politisi Partai Demokrat ini.
Selain itu dengan adanya instansi khusus yang mengkoordinir permasalahan bencana alam, pemerintah juga tidak akan terlalu dipusingkan jika suatu saat terjadi bencana. Karena sudah ada instansi khusus dan tentunya dengan orang-orang yangprofesional dan mengerti akan tugas dan fungsinya saat bencana terjadi. Dengan adanya tenaga ahli yang mengurusi persoalan bencana tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat. Mereka dapat mendapatkan pertolongan sesegera mungkin saat bencana terjadi.
Memang menurutnya untuk membentuk badan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Seperti menyediakan gedung kantor dan perekrutan serta pelatihan tenaga ahli dan profesional yang akan bekerja di dalamnya. Namun azas manfaat dari adanya badan penanggulangan bencana ini kedepannya akan sangat besar bagi masyarakat.
“APBD kita kan besar, mencapai Rp 1,5 triliun. Ini seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah dengan membentuk badan penanggulangan bencana tadi,” tegasnya. (HS-05)

Read More »
20.15 | 0 komentar

Dinsos Terus Salurkan Bantuan Korban Banjir

MUSI RAWAS- Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti bergerak cepat dalam mengatasi dampak bencana banjir tahunan melanda wilayah dipimpinnya beberapa hari terakhir. Agar tidak menambah beban masyarakat yang menjadi korban banjir, bakal calon Gubernur Sumatera Selatan itu langsung memerintahkan Dinas Sosial menyalurkan bantuan tambahan kepada lima wilayah kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas. Pengiriman bantuan kemarin (12/2) untuk menambah bantuan yang sebelumnya telah dikirimkan secara bertahap.
“Bantuan tahap pertama kita bagi rata untuk lima kecamatan yang terkena bencana banjir,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, Hj Susilawati Burlian kepada Harian Silampari, Selasa (12/2).
Dalam pengiriman bantuan kali ini pihak Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas tidak hanya memberikan beras dan mie instans. Tetapi juga memberikan bantuan air minum dalam kemasan. Langkah ini diambil karena banyak masyarakat mengeluhkan tidak tersedianya air bersih untuk memasak ataupun sebagai pasokan air minum. Sebab sumur mereka telah tercemar karena ikut tergenangi banjir.
Bantuan-bantuan tersebut diantaranya diberikan kepada korban banjir yang ada di wilayah Kecamatan Megang Sakti berupa mie instans 50 dus, beras satu ton, air mineral 100 dus, dan sarden 10 dus. Untuk Kecamatan Rawas Ilir beras tiga ton, mie instans 100 dus, serta sarden 25 dus.
Sementara warga Kecamatan Karang Dapo diberikan bantuan mie instans 50 dus, beras satu ton, air mineral 200 dus, sarden 15 dus. Untuk Kecamatan Muara Kelingi penyaluran bantuan berupa beras satu ton, air mineral 200 dus, mie instans 30 dus, dan sarden 15 dus.
Sedangkan untuk Kecamatan Muara Lakitan bantuan korban banjir berupa sarden 20 dus, air mineral 500 dus, beras tiga ton, dan mie instans 50 dus.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Musi Rawas, Ali Sadikin mengharapkan perangkat pemerintah kecamatan dan desa serta tokoh masyarkat dapat mengatur pembagian pemberian bantuan yang ada seadil dan semerata mungkin. Jangan sampai ada warga yang merasa dianak tirikan dan tidak mendapatkan bantuan.
“Jika memang bantuan yang ada dirasa tidak mencukupi untuk dibagikan, silahkan disimpan terlebih dahulu dikantor camat atau dimana saja tempat yang aman sambil menunggu bantuan-bantuan dari pihak lain. Ketika dirasa sudah cukup untuk dibagikan baru dibagikan kepada warga agar semua masyarakat mendapatkan jatah bantuan tersebut dan menghindari terjadinya konflik ditengah-tengah masyarakat,” jelasnya. (HS-05)

Read More »
20.14 | 0 komentar

PLN Pasang Jaringan Baru

MUSI RAWAS-Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Muara Beliti tidak lama lagi akan menjawab keluhan masyarakat terkait lemahnya arus aliran listrik di Kecamatan Muara Lakitan dan Muara Kelingi. Caranya dengan melakukan pembuatan jaringan listrik baru tahun 2013.

Kepala Bagian Distribusi PLN Rayon Muara Beliti, Trisman mengatakan, pihaknya akan melakukan pembenahan guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya terhadap wilayah Kecamatan Muara Lakitan dan Kecamatan Muara Kelingi.

“Pemasangan jaringan baru di dua wilayah tersebut, guna menjawab keluhan masyarakat bahwa aliran arus listrik PLN lemah. Pemasangan jaringan listrik yang baru masuk dianggaran tahun 2013,”ujarnya.

Dikatakan Trisman selain keluhan arus lemah, masyarakat juga mengeluhkan tindakan pihaknya melakukan pencabutan terhadap pelangan. Hal tersebut dilakukan karena pihaknya mendapati banyaknya pelangan mencuri arus aliran listrik PLN. Juga penggunaan meteran listrik illegal.

“Saya harap masyarakat harus lebih cerdas lagi. Jika hendak memasang listrik baru langsung ke kantor PLN jangan lewat orang kedua atau ketiga. Karena meteran listrik banyak beredar dipasaran sehingga mudah bagi pelaku untuk memasang listrik illegal, listrik yang resmi ada indentitasnya itu terlacak diseluruh Indonesia. Contohnya mesti pelangan berada di pulau jawa ingin membayar listrik rumahnya ada di Musi Rawas itu sudah bisa,”imbuhnya. (HS-05)

Read More »
20.13 | 0 komentar

Senin, 28 Januari 2013

Belum Panen Modal Telah Habis

MUSI RAWAS- Tidak adanya air yang mengalir di saluran irigasi dari Bendung Kelingi (BK) 14 hingga BK 14 memaksa petani mengeluarkan dana operasional yang lebih besar agar padi yang telah mereka tanam dilawan persawahan tetap bertahan hidup.

Hal ini dikarenakan para petani saat ini setidaknya harus memiliki satu unit mesin penyedot air untuk memompa sedikit air yang ada disaluran irigasi agar dapat dialirkan menuju lahan persawahan mereka, padahal harga mesin penyedor air ini tidaklah murah, satu unitnya mencapai Rp 2 juta. Belum lagi biaya untuk mengoperasikan mesin ini seperti bensin, oli, dan perawtan jika terjadi kerusakan.
“ Kebanyakan petani saat ini sudah kesusahan untuk mencari modal mengolah sawah milik mereka, semakin

Read More »
22.33 | 0 komentar

Siap Wujudkan Mura Darussalam

MUARA LAKITAN- Masyarakat Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas (Mura) menyatakan siap mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Mura dalam mewujudkan Mura Darussalam. Salah satunya dengan menggiatkan kegiatan pengajian.
Camat Muara Lakitan, Adi Winata mengungkapkan bentuk dukungan terwujudnya Mura Darussalam ini bukan tanpa alasan. Dukungan tersebut dikarenakan saat ini masyarakat merasa lebih nyaman, tentram, dan aman dengan adanya konsep Mura Darussalam. Ditambah lagi salah satu program pendukung terwujudnya Mura Darussalam yakni pemberantasan buta aksara al quran telah ikut menular kepada anak-anak sehingga mereka lebih giat dan rajin mengaji.

Read More »
22.32 | 0 komentar

Sabtu, 26 Januari 2013

Musi Rawas Segera Miliki Sekolah Kru Penerbang

MUSI RAWAS-Kabar gembira bagi masyarakat Musi Rawas dan sekitarnya, sebab dalam waktu dekat Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan memiliki sekolah kru penerbang. Sekolah ini didirikan guna mengakomodir keinginan dan cita-cita pemuda dan pemudi Bumi Lan Serasan Sekantenan untuk dapat bergelut dalam dunia dirgantara.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Mura, Ari Narsah terdapat dua maskapai penerbangan yang telah menyatakan berminat untuk mendirikan sekolah kru penerbang diwilayah Kabupaten Mura, kedua maskapai tersebut diantaranya adalah Sriwijaya Air dan Merpati Air.
“ Tim dari Siriwijaya Air dan Merpati Air mencetuskan ide tersebut saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara Silampari untuk dilakukan uji coba pendaratan pesawat jenis boeing, Pemerintah Kabupaten Mura sendiri menyambut baik keingina kedua maskapai penerbangan tersebut yang ingin membuka sekolah kru penerbang disini,” jelasnya.

Read More »
13.10 | 0 komentar

Bantuan Itik Pemprov Sumsel Bermasalah

MUSI RAWAS- Bantuan pemberdayaan pemeliharaan itik dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Peternakan dan PNPM Provinsi Sumsel dinilai banyak masalah. Selain matinya ratusan itik, pemberian bantuan itik ini dituding sarat praktek korupsi.
“ Itik-itik yang diterima oleh petani diwilayah Kecamatan Tugumulyo beberapa hari yang lalu telah ditarik oleh orang tersebut, mereka sempat juga ingin menarik itik bantuan yang disebar di Desa Air Satan namun kami mempertahankan itik tersebut,” jelas Bendahara Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Desa Air Satan, Warni.
Adanya dugaan korupsi pada proyek pemberian bantuan itik ini diperkuat dengan adanya investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian belum lama ini.

Read More »
13.08 | 0 komentar

Run Way Bandara Silampari Approved Didarati Boeing

MUSI RAWAS- Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Ari Narsah optimis pesawat berbadan besar jenis boeing akan segera bisa mendarat di Bandara Silampari.
Hal ini menyusul hasil pemeriksaan tim dari Kemeterian Perhubungan yang telah menyetujui landasan pacu Bandara Silampari telah layak untuk didarati pesawat jenis boeing.
Kontruksi run way sudah mencapai 2.200 meter dan telah memenuhi persyaratan untuk didarati pesawat jenis boeing berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim dari Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Pelaksanaan uji coba pendaratan pesawat jenis boeing di Bandara Silampari saat ini tinggal menunggu

Read More »
13.07 | 0 komentar

Jumat, 25 Januari 2013

Seleksi anggota Panwascam Dipertanyakan

MUSIRAWAS-Seleksi anggota Panitia Pengawas pemilihan umum kecamatan (Panwascam) dalam Kabupaten Musi Rawas dipertanyakan masyarakat. Soalnya, selain Jadwal tahapan penerimaan berkas, tes tertulis dan tes wawancara yang berubah-ubah bahkan jadwal pengumuman calon anggota panwascam pun diundur.
Sebelumnya Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) melalui salah seorang komisioner Panwaslu menyatakan pengumuman hasil tes wawancara yang merupakan tahapan akhir seleksi diumumkan Senin (21/1) setelah tes pada jumat-sabtu (18-19/1).
“Pada nyatanya jadwal yang ditunggu-tunggu para peserta tes panwascam tersebut diundur dengan alasan menunggu tes serupa di kota/kabupaten lainnya,” ucap Sri, warga Musi Rawas.

Read More »
10.38 | 0 komentar

Ridwan : Air Kolam Deras Tidak Pengaruhi Debit Air

MUSI RAWAS- Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti menegaskan keberadaan kolam air deras bukan penyebab berkurangnya pasokan air bagi para petani. Karena menurut orang nomor satu di Kabupaten Mura ini saat dilakukan uji coba pengairan saluran irigasi setelah selesai diperbaiki semua aspek sudah dianalisa dan diperhitungkan termasuk keberadaan kolam-kolam air deras.
“Keberadaan kolam-kolam air deras ini sama sekali tidak mempengaruhi debit air yang menuju areal persawahan milik para petani, namun keluhan dari masyarakat ini akan kita tampung dan segera dicarikan jalan keluarnya,” jelasnya saat diwawancara Harian Silampari, Rabu (23/1).
Dalam waktu dekat Bupati berjanji akan segera memanggil pihak Badan Wilayah Sungai Sumatera VIII Bagian Pelaksana Kegiatan Irigasi I untuk melakukan rapat guna mengetahui persoalan sebenarnya yang ada dilapangan dan mencarikan jalan keluar terbaik terkait pengaduan dari masyarakat yang mengeluhkan

Read More »
10.37 | 0 komentar