Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz2KmkBhfTz Harian Silampari Online (Jawa Pos Gruop): Halaman Utama

Iklan

Text

ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR
Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post 5

[]Harian Silampari Facebook[]
Tampilkan postingan dengan label Halaman Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaman Utama. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Korban Banjir Mulai Mengungsi

MUSI RAWAS- Banjir melanda 18 Desa di Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas kian parah. Khususnya di Desa Prabumulih 2 hingga tadi malam ketinggian air sudah mencapai 2 M. Untuk mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir, kini telah dipasang tenda-tenda darurat pengungsian. Berdasarkan pemantauan di lapangan sejak kemarin warga mulai mengungsi karena debit air Sungai Musi terus bertambah. Bahkan kondisi Desa Prabumulih II saat ini bisa dikategorikan terisolir, karena tak ada satpun akses jalan yang bisa dilalui.

Read More »
00.21 | 1 komentar

Inden Alat Trafo dari Jerman

LUBUKLINGGAU- Perusahaan Listrik Negera (PLN) Rayon Lubuklinggau terus melakukan perbaikan terhadap trafo pada Gardu Induk Petanang di Kelurahan Petanag Kecamatan Lubuklinggau Utara I yang mengalami kerusakan. Hasil pengecekan pihak PLN Rayon Lubuklinggau bersama Unit Pelayanan Transmisi Bengkulu diketahui terjadi kerusakan pada On Loade Tap Changer (OLTC) dalam trafo. Alat buatan Jerman ini berfungsi untuk menyesuaikan tegangan.
“Kita akan upayakan perbaiki dulu alat ini (OLTC) untuk sementara. Kalau untuk mengantinya butuh waktu lama karena harus pesan dari Jerman,” kata Assisten Manager Operasi dan Pemeliharaan UPT Bengkulu, Sukarman kepada Harian Silampari, Sabtu (16/2).


Read More »
00.20 | 1 komentar

Sabtu, 16 Februari 2013

Kasus Revbun Bakal Jerat Lima Pejabat

MUSI RAWAS- Polres Musi Rawas terus melakukan pendalaman penyelidikan kasus dugaan korupsi dana kredit Revitaliasi Perkebunan (Revbun) di Desa Lubuk Pauh, Kecamatan BTS Ulu. Program Revbun ini dilaksanakan sejak 2006 hingga 2010 mencapai 1.432 hektare.
Informasi diterima Harian Silampari, dalam kasus tersebut penyidik telah memintai keterangan 17 orang saksi. Diantara Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Camat BTS Ulu.
Bahkan saat ini penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Musi Rawas terus koordinasi dengan BPKP Palembang untuk menghitung kerugian negara.
Untuk sementara hasil koordinasi dengan BPKP Palembang, penyidik Tipikor Polres Musi Rawas diminta melengkapi beberapa berkas. Sehingga dapat penghitungan kerugian akurat dan tepat sesuai fakta di lapangan.
 “Kasus dugaan Tipikor program Revbun ini bakal melibatkan lima orang pejabat,” kata sumber koran ini di Mapolres Musi Rawas yang namanya enggan disebutkan.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Barly Ramadhani melalui Kasat Reskrim, AKP Erlangga didampingi Kanit Tipikor, Iptu Teddy saat dikonfirmasi mengaku pihaknya masih mendalami kasus dugaan korupsi program Revbun. Ditegaskannya dalam waktu dekat kasus dugaan korupsi dana Revbun ini akan dinaikan ke tingkat penyidikan.
“Kita naikkan kasusnya dari penyelidikan hingga penyidikan setelah mengetahui kerugian Negara dalam waktu dekat,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Ramdani mengaku belum dapat memastikan apakah lahan diajukan dalam program Revbun tahun 2012 fiktif. Sebab hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan verivikasi terhadap semua pengajuan revitalisasi lahan yang masuk.  Jika memang terbukti fiktif ia berjanji proses pengajuan tidak akan dilanjutkan.
Di sisi lain Ramdani mengaku hingga akhir tahun 2012 belum menetapkan berapa jumlah luas lahan perkebunan yang akan direvitalisasi. Bahkan hingga kemarin pihaknya masih melakukan verivikasi terhadap pengajuan permohonan revitalisasi perkebunan tersebut.(HS-tim)

Read More »
10.09 | 0 komentar

Ketinggian Air Capai 4 Meter

Kondisi beberapa Rumah di Muara Lakitan
MUARA LAKITAN- Banjir melanda wilayah Kecamatan Muara Lakitan semakin mengkhawatirkan. Di beberapa titik kedalaman air hingga tadi malam sudah mencapai empat meter. Desa Prabumulih I merupakan wilayah dengan ketinggian air paling parah.

Menurut informasi beberapa warga, air yang merendam kawasan tersebut saat ini hampir menengelamkan seluruh rumah. Bahkan satu unit rumah di Desa Semangus Lama hanyut karena derasnya arus banjir.

Kapolsek Muara Lakitan, AKP Al Busro mengatakan, ketinggian air juga telah merendam beberapa titik jalan lintas provinsi. Diantaranya di Desa Semeteh, Semangus, Muara Rengas, dan Sungai Pinang.

“Mobil yang agak tinggi seperti Strada dan truk masih bisa melewati jalan yang tergenang air. Namun mobil yang lebih rendah seperti sedan, mobil keluarga, dan carry sama sekali tidak dapat lewat,” jelasnya. 

Sementara itu Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas terus mendistribusikan bantuan terhadap korban bencana banjir. Kemarin (15/2) SKPD ini kembali membagikan bantuan berupa 200 dus mie instans dan 120 dus air mineral ke beberapa desa. Seperti Desa Bingin Jungut, Semeteh, Prabumulih I, dan Kelurahan Muara Kelingi.

“Kami berharap para petugas di posko penanggulangan bencana banjir terus melakukan pemantauan dan melaporkan segera perkembangan banjir yang terjadi,” jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, Hj Susilawati Burlian.

*Masyarakat Kehilangan Alat Transportasi
Setelah jalan tidak bisa dilalaui karena terendam banjir, kini masyarakat juga kehilangan alat transportasi alternatif karena pemilik perahu menjadikan perahu milik mereka sebagai tempat tinggal.

Ketinggian air mencapai tiga atau empat meter di Dusun I, II, III, dan IV Desa Bingin Jungut Kecamatan Muara Kelingi membuat masyarakat yang tidak memiliki rumah panggung terpaksa memindahkan barang beharga milik mereka dalam perahu tradisional. Tidak hanya itu, kini mereka juga tinggal dan memasak di atas perahu.

“Telah kita himbau kepada masyarakat untuk sementara waktu mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga yang lebih tinggi, tetapi warga tetap memilih bertahan di rumah mereka masing-masing. Bahkan mereka rela tidur diperahu atau dalam plafon rumah,” jelas Kepala Desa Dingin Jungut Hamalini saat dikonfirmasi Harian Silampari, Jumat (15/2).

Dari sekitar 420 Kepala Keluarga (KK) rumahnya terendam banjir, hanya 117 KK mau mengungsi. Sisanya masih bertahan diperahu atau di rumah masing-masing. Demi keamanan pihak aparatur desa bersama pemerintah kecamatan terus menghimbau agar masyarakat mau mengungsi terutama anak-anak.

Sebab saat ini sebagian masyarakat telah mulai terjangkit berbagai macam penyakit pasca banjir. Seperti demam dan gatal-gatal.

“Mereka yang terjangkit penyakit telah dirujuk menuju Puskesmas. Namun anak-anak kami harapkan sebisa mungkin diungsikan dari lokasi banjir sebab usia anak-anak sangat rentan terjangkit berbagai macam penyakit pasca banjir,” jelasnya.

*Jumlah Desa Terendam Bertambah

Setelah satu minggu lebih menggenangi pemukiman warga, banjir yang melanda kawasan Kecamatan Muara Kelingi bukannya surut tetapi malah semakin tinggi. Jika sebelumnya hanya ada tiga desa di Kecamatan Muara Kelingi terendam banjir, saat ini bertambah menjadi tujuh desa. Diantaranya Desa Bingin Jungut, Pulau Panggung, Suka Menang, Mambang, Binjai, Lubuk Mudo,dan Kelurahan Muara Kelingi.

Bahkan Desa Pulau Panggung hingga tadi malam masih terisolir dan belum bisa untuk dilalui kendaraan.

“Titik terparah memang menimpa Desa Pulau Panggung, ketinggian air yang membanjiri wilayah tersebut bahkan mencapai dua meter lebih. Saat ini kendaraan roda empat apalagi roda dua sudah tidak lagi bisa mengakses desa tersebut,” jelas Camat Muara Kelingi, Khaidir saat dikonfirmasi Harian Silampari, Jumat (15/2).

Ditambahkannya saat ini warga kesulitan mencari nafkah sebab sudah satu bulan lebih banjir menggenangi wilayah Desa Bignin Jungut dan Pulau Panggung. Sebagian besar masyarakat yang merupakan petani tidak bisa menyadap karet maupun memanen buah kelapa sawit dari lahan perkebunan milik mereka.

Kondisi ini otomatis membuat perekonomian warga lumpuh, untuk bertahan hidup mereka hanya mengandalkan tabungan seadanya dan uluran tangan serta bantuan dari para dermawan maupun pihak pemerintah atau perusahaan.  Untuk mengkoordinir bantuan yang datang Kantor Lurah dan beberapa rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) disulap menjadi posko penanggulangan bencana sementara untuk menampung seluruh bantuan yang datang.

Selain merendam pemukiman warga banjir juga menggenangi gedung sekolah dan pasar-pasar. Sehingga Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lubuk Mudo terpaksa diliburkan karena ketinggian air mencapai satu setengah meter. Dikhawatirkan genangan air akan membahayakan murid-murid sekolah tersebut.

Sementara itu pasar di Kelurahan Muara Kelingi untuk sementara waktu dipindahkan di depan Kantor Lurah dan Rumah Dinas Camat Muara Kelingi. Sebab ketinggian air yang merendam pasar Kelurahan Muara Kelingi mencapai kedalaman hingga tiga meter lebih. (HS-05)


Read More »
10.04 | 0 komentar

Aktivitas Perbankan Normal

BENCANA banjir melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Musi Rawas hingga kemarin (15/2) belum berpengaruh terhadap aktivitas transaksi perbankan. Sejak bencana banjir melanda dan hujan lebat mengguyur Kota Lubuklinggau beberapa pekan terakhir, transaksi perbankan berjalan normal seperti biasa.

Hal ini diakui Pimpinan cabang Bank SumselBabel Lubuklinggau Tonni Sabar, SP melalui Penyelia Umum Bahruddin kepada Harian Silampari, Jumat (15/2).

Bahkan Bahruddin mengaku, transaksi perbankan sempat mengalami kenaikan pada awal bulan.

“Transaksi masih seperti biasa, malah bertambah apabila awal bulan, musim pengambilan gaji para PNS,” katanya.

Pernyataan serupa diakui Kepala cabang Bank Ranyat Indonesia (BRI) Lubuklinggau, Taufik Hidayat.

Diakuinya aktivitas transaksi hingga saat ini belum menunjukan penurunan. Baik itu dari tansaksi penyetoran maupun penarikan dan transaksi lainnya.
“Semua berjalan seperti biasa, baik dari nasabah maupun pihak BRI,” akunya.

Namun kondisi berbeda terjadi pada pedagang di kota berselogan “Sebiduk Semare”.

Para pedagang di Pasar Inpres dan Bukit Sulap, mengaku mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

Penurunan omzet ini begitu terasa oleh para pedagang non Sembako, seperti baju dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Salah seorang pedagang baju di kawasan Pasar Inpres, Yuyun mengaku sejak musim hujan melanda tak banyak konsumen datang untuk bertransaksi. Ia menyebutkan dalam sehari biasaya mendapatkan Rp 1 hingga Rp 3 juta dari hasil penjualan baju. Tapi saat ini, setengah dari itu saja sulit didapat.

“Saat ini pembeli yang berkunjung ke kawasan Los ini makin sedikit, ditambah lagi musim hujan seperti sekarang. Kini mengantongi uang Rp 500 ribu, saja sudah sangat beruntung,” akunya.

Senada diungkapkan Teguh, salah seorang karyawan toko perlengkapan rumah tangga. Menurutnya, pengunjung yang datang ke tokonya lebih sedikit di banding sebelumnya. Diperkirakan penyebabnya, adalah masyarakat enggan keluar rumah. Khususnya mereka yang bermukim di wilayah Kabupaten Musi Rawas terkena bencana banjir.

“Mungkin musim hujan masyarakat enggan ke luar rumah apalagi ke Pasar Inpres, yang kondisinya becek seperti ini. Biasanya ada beberapa orang tukang kredit alat-alat dapur datang untuk membeli barang daganganya, tapi sekarang belum juga berkunjung untuk bertransaksi,”terangnya.

Teguh mengaku hampir sebagian pembeli yang biasa berkunjung ke toko tempatnya bekerja menghilang.

“Kini kerja saya cuma menunggu pembeli yang lebih sedikit dari sebelumnya,” ucapnya.

Ketika ditanya berapa kerugian dialaminya di musim hujan kali ini, ia belum berani menjawab karena bukan kewenangannya.
“Rugi yang dialami saya kurang tahu, sebab ngitung gituan (untung/rugi) koko alia bos saya,” katanya.

Pedagang Pasar Bukit Sulap juga mengakui hal yang sama. Hujan sering turun malam hari membut para pembeli memilih berbelanja di warung-warung dibanding pasar.

“Ibu rumah tangga yang biasa memenuhi kebutuhan dapurnya dari pasar, saat ini memilih berbelanja di warung atau penjual sayur keliling. Alasanya tak lain karena hujan yang sering turun malah hari membuat para ibu rumah tangga malas ke pasar,” terang salah seorang penjual sayuran, Siti.

“Kalau dihitung-hitung sekitar 30 persen berbelanjan di Pasar Bukit Sulap ini adalah ibu rumah tangga. Selebihnya para penjual sayur keliling. Kini para ibu rumah tangga tersebut jarang berkunjung ke pasar, segitulah omzet kami berkurang,” tambahnya. (HS-06).

Read More »
10.04 | 0 komentar

Ridwan Mukti Daftar ke PDI-P


PALEMBANG- Niat tulus Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti mensejahterakan masyarakat Provinsi Sumatera Selatan kian mantap. Sebagai bukti bakal calon Gubernur Provinsi  Sumatera Selatan periode 2013-2018 itu, meramaikan bursa pencalonan dari PDI Perjuangan.
Padahal sebelumnya Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar ini mengaku telah memiliki cukup partai untuk mengusung dirinya pada Pemilukada Sumsel Juni mendatang. Ini membuktikan bahwa RM bisa diterima partai manapun. 

Keikutsertaan RM dalam bursa pencalonan partai moncong putih tersebut ditandai dengan pengembalian berkas-berkas kepada Panitia Pendaftaran Calon Gubernur/Wakil Gubernur di Dewan Pimpinan Daerah PDIP Sumatera Selatan, Jumat (15/2) pukul 15.30 WIB.

Setelah diverifikasi penitia, Berkas pedaftaran diserahkan secara resmi oleh Gani Mukti(kakak kandung Ridwan Mukti) kepada Ketua Panitia Pendaftaran, Fahlevi Maizano. 

“Saya ditugaskan untuk mewakili Pak Ridwan, dan ini juga sebagai bukti bahwa Ridwan Mukti bisa diterima oleh partai mana pun di Sumatera Selatan,” tegas Gani Mukti.

Sementara itu, Amir Maulana selaku konsultan Ridwan Mukti yang turut mendampingi pengembalian formulir pendaftaran menyatakan bahwa selama ini komunikasi kliennya dengan PDIP sangat bagus. Ridwan Mukti juga punya sejarah didukung PDIP ketika mencalonkan diri pertama kali dalam Pemilukada Kabupaten Musi Rawas tahun 2005 lalu.

”Dan beliau (Ridwan MUkti) membuktikan komitmennya terhadap partai pengusung waktu itu. PDIP muncul sebagai pemenang pada Pemilu legislatif tahun 2009 di Musi Rawas” lanjut Amir.

Pada saat pengembalian surat-surat kemarin, tampak ikut menyaksikan, Ketua DPD PDIP Sumsel Eddy Santana Putra yang juga mencalonkan diri dalam Pemilukada Sumsel Juni mendatang. Beberapa saat tampak Eddy Santana berbincang akrab dengan tim konsultan Ridwan Mukti seolah-olah mengesampingkan persaingan di antara kubu mereka.
 *ESP-Wiwiet Tatung Berpasangan

Calon Gubernur Provinsi Sumsel, H Eddy Santana Putra telah menetapkan calon wakilnya yakni Anisja Djuaita Supriyanto alias Wiwiet Tatung.

"Selama ini kita sudah sama-sama bersosialisasi bersama Ibu Wiwiet. Tetapi kita tetap menunggu keputusan DPP (DPP PDI-Perjuangan yang ketuanya Megawati Soekarno Putri). Calon lain tetap terbuka kemungkinan, calon mana menurut pertimbangan paling layak," kata Eddy Santana, Jumat (15/02) di kantor PDI-P Sumsel di Jl Basuki Rahmat, Palembang usai menyerahkan formulir pendaftaran calon gubernur.

Konferensi pers ini menjadi yang pertama dilakukan sejak merebaknya berita hiburan sejumlah stasiun televisi nasional. Selama ini, Eddy Santana merasa jengah untuk menjelaskan persoalan keluarganya dan dijadikan konsumsi publik.

Dalam kesempatan itu, Eddy Santana menjawab dengan lugas seluruh pertanyaan wartawan. Termasuk menjawab masalah-masalah yang selama ini sensitif soal keluarga karena akan menyangkut psikologis anak buah perkawinan dengan mantan isterinya Srimaya --dalam proses cerai di Mahkamah Agung setelah pengadilan agama dan pengadilan tinggi mengabulkan gugat cerai yang diajukan Eddy Santana.

"Itu (pisah cerai) pilihan terbaik. Risiko terberat yang harus saya ambil," kata Eddy Santana dihadapan wartawan.

Dalam kesempatan itu, Eddy Santana mengingatkan agar semua pihak termasuk para calon gubernur untuk menjadikan masalah ini sebagai komoditas politik.

Ada indikasi dan ditemukan bukti-bukti kalangan aktivis perempuan mengeksplorasi masalah keluarga Eddy Santana sebagai jualan politik. Gerakan itu dilakukan atas pesanan dan lawan politik, sebagai kampanye hitam (black campaign).

"Ini bukan kategori negative campaign dan black campaign lagi, tetapi masuk kategori tindakan kriminal. Karena tindakan kriminal, kita lapor ke polisi dan kita meminta secara pribadi dan organisasi agar penegak hukum bertindak sesuai prosedur penegakan hukum," tegas Eddy Santana.

Sebelum Eddy Santana mengembalikan formulir dan berkas administrasi, Herman Deru, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Jumat (15/02) siang di tempat yang sama mengembalikan berkas administrasi pendaftaran calon gubernur melalui PDI-Perjuangan.

Berkas pendaftaran Herman Deru disampaikan Rebo Iskandar. Rebo Iskandar diantar rombongan mendatangi markas DPD PDI-Perjuangan Sumsel di Jl Basuki Rahmat Palembang.

Herman Deru, selama ini termasuk calon gubernur yang gencar melakukan sosialisasi pencalonan. Tingkat elektabilitasnya mendekati dan memiliki selisih tipis dengan calon gubernur petahana (incumbent) Alex Noerdin.

Eddy Santana, menurut survei dilakukan lembaga survei independen melibatkan mahasiswa doktoral universitas ternama, tingkat popularitasnya belum maksimal. Namun posisi elektabilitas tertinggi, walau selisih marjin tidak sampai dua digit.
Menurut daftar dimiliki panitia seleksi PDI Perjuangan, tercatat tiga nama yang mendaftar dan mengembalikan formulir sebagai bakal Calon Gubernur. Yaitu H Ridwan Mukti, Eddy Santana Putra, dan Herman Deru. Selain itu terdapat empat nama mendaftarkan diri sebagai calon Wakil Gubernur yakni Saharudin Batjik, Anisja Djuita Supriyanto, Hj Elizabeth, dan Hj, Maphilinda  Boer. (HS-REL/Net)


Read More »
10.03 | 1 komentar

KKN Mahasiswa/i STKIP PGRI Lubuklinggau


Novilia Kumala
Tumbuhkan Minat Olahraga Masyarakat Babat Toman
Berbagai kegiatan diadakan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Lubuklinggau di Kabupaten Musi Banyuasin. Salah satunya menggelar kejuaraan volley KKN Cup, Jumat (15/2).

Fradez, Lubuklinggau

BERTEMPAT di halaman kantor Kepala Desa Sareka Kabupaten Musi Banyuasin seluruh posko mahasiswa mahasiswi KKN di Kecamatan Babat Toman berkumpul untuk menyaksikan pembukaan KKN Cup Volly persahabatan Desa Sareka.

Even ini dibuka Sekretaris Camat Babat Toman, Toha Subi sekitar pukul 14.00 WIB di lapangan volley Desa Sareka.
Ketua panitia pelaksana KKN Cup Volly Persahabatan Desa Sareka, Kiswanto melalui panitia bagian publikasi Novilia Kumala kepada Harian Silampari menjelaskan, event olahraga tersebut merupakan kegiatan terakhir dilakukan mahasiswa/i KKN STKIP PGRI Lubuklinggau.

Selain itu Akew sapaan akrab Novilia menjelaskan, KKN Cup Volly Persahabatan Desa Sareka berlangsung tiga hari. Mulai Jumat– Minggu (14-16/2) di Lapangan Volly Desa Sareka Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin.

Dikatakan Akew kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa persahabatan, sportivitas, kekeluargaan pada warga berada di Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin.

“Paling tidak dengan adanya KKN cup ini dapat menumbuhkan semangat berolahraga dilingkungan  warga disini (Desa Sareka). Selain itu bisa juga sebagai wadah untuk menciptakan keakraban antara warga,” kata Akew.
Ia juga berharap dengan adanya KKN Cup Volly persahabatan dapat menumbuhkan rasa kecintaan masyararakat terhadap olahraga volley.
“Kalau bisa ya mengolahragakan masyarkat dan memasyarakatkan olahraga,”tambahnya.
Untuk diketahui, sebelum melaksankan kegiatan mahasiswa mahasiswi KKN di Kecamatan Babat Toman diketuai Elvan Juniardi telah banyak melaksakan berbagai kegiatan sosial. Seperti gotong royong dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga serta kegiatan lainya.

“KKN inikan sebagai wadah bagi kami (mahasiswa mahasiswi) untuk melaksankan Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga yakni pengabdian masyarkat. Jadi dengan KKN kami bisa mengabdi dan banyak belajar dari kehidupan sosial masyarkat disini,” cerita Akew.  (*)



Read More »
10.03 | 0 komentar

Jumat, 15 Februari 2013

Oknum Pengacara Bawa Narkoba

Tersangka Tomyansyah saat digiring petugas usai menjalani pemeriksaan di ruang Satuan Reserse Narkoba Polres Lubuklinggau, Kamis (13-2).
LUBUKLINGGAU- Satuan Reserse Narkoba Polres Lubuklinggau kembali meringkus pemilik narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Tersangkanya Tomyansyah (48) warga Jalan H Mahmud RT 09 Nomor 618, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Oknum pengacara itu diringkus Kamis (14/02) sekitar pukul 09.00 WIB saat melintas di belakang Rumah Sakit (RS) dr Sobirin Musi Rawas.
Dari tangan tersangka polisi mendapatkan barang bukti satu paket diduga sabu-sabu seharga Rp 400 ribu, ganja satu linting dan empat butir pil diduga ekstasi.

Saat ditangkap, Tomyansyah sedang bersama temannya bernama Imam yang juga diamankan dan sorang berinisial AS berhasil melarikan diri.


Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Herman menjelaskan, penagkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat, bahwa tersangka sedang membawa narkoba menggunakan mobil.

“Menindak lanjuti laporan tersebut, langsung kita kerahkan anggota dibagi dua tim untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka,"jelasnya.

Saat melakukan penyelidikan, petugas melihat mobil Escudo Nopol BG 999 MT milik tersangka melintas di Jalan Keramat. Tak ingin buruannya kabur, Anggota Reserse Narkoba dipimpin AKP Herman langsung membuntuti mobil Tomyansah.

Awalnya polisi sempat kehilangan jejak laju mobil tersangka. Namun ketika melintas di dekat Pasar Inpres polisi kembali menemukan mobil tersangka dan langsung membuntutinya hingga Kelurahan Bandung Ujung.

“Waktu di Kelurahan Bandung Ujung belum kita lakukan penangkapan karena kondisi dan situasi tidak memungkinkan. Tidak lama kemudian tersangka kembali pergi menggunakan mobilnya melintas di jalan belakang rumah sakit dan kembali kami ikuti,” jelas Herman.

Sampai di belakang RS dr Sobirin Musi Rawas, aparat kepolisian langsung menghentikan mobil tersangka. Saat ditangkap, Tomyansyah alias Tom memcoba membuang bungkus rokok dari dalam kantong celana belakang digunakannya.

Untungnya salah seorang petugas mengetahuinya dan langsung mengambil bungkus rokok tersebut. Setelah diperiksa, kotak rokok itu berisi satu paket diduga sabu, ganja satu linting serta pil diduga ekstasi.

Guna kepentingan penyidikan, Tom bersama temannya Imam dan barang bukti langsung diamankan di Mapolres Lubuklinggau.

Dalam kasus ini Herman menegaskan, tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara. Serta Pasal 111 Ayat (1) JO Pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (HS-03)

Read More »
18.53 | 0 komentar

Anggaran Perjalanan Dinas Dewan Rp 2 Miliar

LUBUKLINGGAU- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau, sepertinya bakal dimanjakan dengan kegiatan “jalan-jalan” untuk melakukan studi banding maupun kunjungan kerja. Tidak tanggung-tanggung, tahun 2013 para wakil rakyat ini mendapat jatah anggaran khusus untuk perjalanan dinas lebih kurang Rp 2 miliar.
Dana tersebut diambil dari total anggaran DPRD Kota Lubuklinggau yang telah disetujui lebih kurang Rp 15 miliar.   
Sekretaris DPRD Kota Lubuklinggau melalui bendahara Fauzi Umari saat dikonfirmasi membenarkan jika anggaran perjalanan dinas wakil rakyat di kota berselogan “Sebiduk Semare” mencapai Rp 2 miliar.
“Kalau anggaran keselurahanya Rp 15 M. Itu termasuk gaji. Tapi kalau untuk kegiatan koordinasi atau konsultasi luar daerah (perjalanan dinas) sekitar Rp 2 koma sekian miliar,” ucap Fauzi. 
Besarnya anggaran diperuntukan bagi perjalanan dinas wakil rakyat ini sangat disayangkan sejumlah kalangan. Salah satunya Dewan Pimpinan Cabang  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Lubuklinggau.
Menurut Ketua DPC GMNI Lubuklinggau Lepriaynto, anggaran yang sangat fantastic besarnya tersebut sampai saat ini belum membawa perubahan lebih baik di lembaga dewan.
“Saya kira pada tahun lalu anggaranya tidak jauh beda dengan tahun ini. Tapi kita lihat sendiri sekarang apa hasil yang mereka (dewan) dapatkan dari anggaran Rp 2 M untuk perjalanan dinas itu,”tegasnya.
Menurut Yanto, dengan anggaran Rp 2 miliar seharusnya dewan bisa membawa perubahan bagi masyarakat Kota Lubuklinggau. Namun nyatanya saat ini masih banyak permasalahan kompleks di Kota Lubuklinggau yang belum terselesaikan.
“Jadi apa hasil studi banding dewan tiap tahun itu, setidaknya sepulang dari kunjungan ke daerah lain itu bisa membawa program-program baru untuk kesejahteraan masyarkat,” kata Yanto.
Yanto menambahkan, pagu anggaran perjalanan dinas Rp 2 miliar, jika dibagi dengan 25 anggota dewan berarti satu anggota menghabiskan RP 80 juta dalam 12 bulan. Seandainya dana sebesar itu diminimalkan dan dialihkan untuk kepentingan rakyat mungkin bisa lebih baik bagi kehidupan rakyat.
“Kita lihat saja, setiap hujan jalan di Linggau digenangi air karena system drainase tidak standar lagi, dan untuk memperbaiki itu butuh dana yang tidak sedikit. Nah coba anggaran ini dialihkan untuk perbaikan. Kemudian jalan SMA N 8 yang saat ini sangat memperihatinkan itu belum dimasukan dalam anggaran 2013. Sedangkan perjalanan dinas dewan bisa dianggaran sebesar itu,”terangnya.
Selain itu, kata Yanto, seharusnya dengan anggaran total Rp 15 M, dewan bisa memperbaiki kinerja selama ini masih dinilai tidak maksimal. Buktinya sampai saat ini belum bisa mencetuskan Perda sarang burung walet, penyelesaian sengketa asset, dan pengawasan lainya. Seperti penegakan Perda Izin mendirikan bangunan dan masih banyak lagi yang belum diselesaikan dengan baik oleh dewan. (HS-01)


Read More »
18.50 | 0 komentar

BRI Gelontorkan KUR Rp 425 Milyar

LUBUKLINGGAU- Target penyaluran Kredit Usaha Rakyat  (KUR) Bank Rakyat
Indonesia (BRI) Cabang Lubuklinggau 2013 mencapai Rp 425 milyar. Kepastian ini disampaikan Kepala Cabang BRI Lubuklinggau, Taufik Hidayat kepada Harian Silampari. Sebelumnya KUR BRI hanya sebesar Rp 116 milyar. Tapi karena kebutuhan masyarakat pelaku usaha mikro terus tumbuh maka BRI dipercaya untuk menyalurkan KUR dengan jumlah lebih besar lagi. Diharapkan dengan ini kebutuhan pelaku usaha mikro dapat terpenuhi.
“Penambahan ini diimbagi dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Taufik.

Tidak hanya KUR mikro yang mengalami penambahan penyaluran, kredit usaha rakyat jenis ritel juga mengalami peningkatan. Dari periode sebelumnya hanya Rp 238 Milyar tapi untuk pereode ini mengalami penambahan sebesar Rp 64 Milyar.

“Jadi total untuk Retail sebesar Rp 302 milyar yang akan disalurkan. Jika penyaluran kredit yang akan disalurkan BRI mencapai Rp 700 milyar lebih,” bebernya.

Priode sebelumnya penyaluran kredit hanya sebesar Rp 533 Milyar. Tapi untuk tahun ini mengalami peningkatan sebesar 32 persen.

Dijelaskannya, peningkatan kredit ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta pengusaha Lubuklinggau dan Musi Rawas. Sebab kredit tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan dana usaha tapi juga dana konsumtif.

Hingga saat ini kata dia, kredit paling banyak diminati masyarakat Lubuklinggau dan Musi Rawas adalah kredit Mikro. Untuk memperkuat pasar mikro tersebut BRI membuka teras baru rencananya hadir di Terminal Kalimantan dan pasar wilayah Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

“Hadirnya teras BRI di beberapa pasar baik Lubuklinggau dan Musi Rawas diharapkan BRI makin dekat dengan masyarakat khususnya pelaku usaha yang ada di lokasi tersebut. Saat ini BRI telah memiliki enam teras BRI yang tersebar di Lubukinggau dan Musi Rawas,” paparnya. (HS-06).










Read More »
18.49 | 0 komentar

Rabu, 13 Februari 2013

Bantuan Panti Jompo Diduga Disewengkan

LUBUKLINGGAU- Bantuan makanan dan peralatan untuk penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Lubuklinggau di Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I diduga diselewengkan. Bantuan biasanya diberikan donator tersebut hanya sebagian dibagikan kepada 31 orang lanjut usia (Lansia) di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Lubuklinggau. 
Berdasarkan hasil penelusuran Harian Silampari, bantuan yang sering diterima Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Lubuklinggau diantaranya mie instan, roti kaleng dan peralatan lainnya. Semua bantuan diterima pengelolah panti tersebut hanya sebagian diberikan kepada para penghuni.
Contohnya bantuan mie instan. Penghuni panti jompo hanya menerima dua bungkus setiap kali menerima bantuan.
Salah seorang penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Lubuklinggau inisial Asw (35) mengakui jika bantuan diberikan donator selama ini hanya sebagian diterima mereka. Dugaan penyelewengan bantuan ini terjadi sejak pertama dirinya tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Lubuklinggau tahun 2009 lalu.
  Ironisnya ketika Asw mencoba jujur membagikan seluruh bantuan dari donator kepada penghuni panti malah mendapat cacian dari oknum pengelolah. Saat ini dirinya hanya bisa diam dan pasrah ketika melihat bantuan diberikan donator kepada Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur tidak dibagikan seluruhnya.
"Pernah ada yang ngasih sumbangan roti kalengan, nah lansung aku suruh bagikan ke jompo-jompo. Tapi sudah itu aku langsung dimarah-marah pimpinan," cerita Asw.
Selain itu Asw menyayangkan selama ini tidak ada pegawai dari pemerintah memantau kondisi kehidupan mereka saat malam hari. “Pokonya apopun jenis bantuan diambek samo ketuo. Paling yang dibagikanyo cuman mie bae,itupun duo bungkus sikok wong," keluhnya.
Tidak hanya itu, diakui Asw lemari dan dispenser inventaris panti juga diserahkan ke salah seorang oknum LSM Kota Lubuklinggau inisial Jn. Sejak mengetahui bantuan diterima tidak dibagikan seluruhnya, Asw sering kali menyarankan para donator yang ingin menyumbang pulang. Ia beralasan lebih baik bantuan yang diberikan disumbangkan kepada panti lain dari pada tidak sampai ke penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi.
Pernyataan Asw tadi dibenarkan penghuni panti jompo lain inisial AS (75). Warga Kabupaten Musi Rawas itu mengaku semua bantuan yang diterima pengelolah panti tempat dirinya tinggal, tidak semuanya dibagikan.
"Bantuan dari mano bae idak pernah dikasih galo dengan kami. Kami disini cuma nerimo bae kalu  ado yo  alhamdulillah, idak katek jugo idak apo-apo. Yang nanggungyo kagek mereka tulah," kata AS sembari diamini rekannya inisial Mh.
 Kepala KUPTD Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Lubuklinggau, Salpin saat dikonfrimasi melalui Hpnya membenarkan jika sebagian dari sumbangan didapat dipergunakan dirinya di rumah.
“Saya rasa tidak haram kalau saya makan sumbangan itu. Karena saya tidak tinggal di sana (panti), rumah sendiri dan makan tidak ditanggung disana,” akunya.
Salpin juga membenarkan kalau lemari dan dispenser inventaris Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur
diberikan kepada oknum LSM. Alasannya kedua barang inventaris tersebut sudah tidak terpakai dan nyaris rusak.
“Sebenarnya dia itu (Asw) lagi setres karena dipecat dari juru masak dan diminta mengosongkan dapur umum. Karena sekarang kita sudah memakai jasa chatring jadi dia tidak kita pakai lagi,” tudingnya.
Mengenai bantuan mie instan yang didapat, Salpin mengakui hanya dibagian dua bungkus setiap orang. Ia berkilah sisa mie bantuan yang diterima disimpan dalam gudang untuk keperluan penghuni panti jompo selanjutnya. (HS-01)

Read More »
20.41 | 0 komentar

Waspadai Jajanan Sekolah Mengandung Bahan Berbahaya



Salah satu jenis jajanan sekolah yang paling digandrungi oleh para murid khususnya Sekolah Dasar 
LUBUKLINGGAU- Makanan ringan atau biasa disebut jajanan dijual di sekolah-sekolah, khususnya SD merupakan salah satu bisnis kuliner menjanjikan. Sebab selain market sharenya jelas, keuntungan didapat bisa berlimpah, jika benar-benar dikelola dengan baik.
Mulai dari penggunaan bahan makanan, proses pembuatan hingga kemasan. Namun sayangnya hingga saat ini belum banyak pedagang memperhatikan hal tersebut.
Sehingga banyak orang tua melarang anak-anaknya membeli jajanan di sekolah. Alasanya, selain makanan tersebut dirasa tidak higienis, kandungan terdapat dalam makanan dikhawatirkan tidak baik pada tubuh. Apalagi jajanan diduga mengandung boraks dan rodamin atau pewarna merah.
Penggunaan bahan berbahaya pada jajanan sekolah hingga saat ini memang belum diawasi secara khusus. Sebab selain para pedagang sekolah sifatnya berpindah-pindah, keterbatasan tenaga dan alat pendeteksi bahan berbahaya terekandung dalam makanan sangat minim.
Hal ini diakui Sekretaris Dinas Kesehatan Lubuklinggau Nasrowi didampingi Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman (Farmakmin), Ani Mulyani ketika dikonfirmasi Harian Silampari, Selasa (12/2).
Dikatakannya hingga akhir 2012 lalu, Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau baru melakukan pengawasan terhadap jajanan sekolah mengandung pewarna rodamin dan boraks.
“Pengawasan dikoordinatori Dinas Kesehatan dan pelaksananya dilakukan langsung delapan Puskesmas di Kota Lubuklinggau kala itu. Setiap Puskesmas memeriksa empat hingga lima sekolah berada diwilayahnya,” terang Nasrowi.
Hasilnya pengawasan kata dia, memang ada temuan bahwa jajanan sekolah menggunakan bahan pewarna berbahaya jenis rodamin merah. Pengujian saat itu dilakukan di ruang guru pada sekolah masing-masing. Tujuannya untuk memperlihatkan kepada para dewan guru hasil uji kesehatan sample jajanan.
”Dari sana diharapkan para guru memberikan penjelasan kepada para murid bahwa ada makanan yang layak konsumsi dan tidak,” terangnya.
Ditambahkan Nasrowi, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap peredaran makanan yang ada di sekolah-sekolah, khususnya SD. Namun hingga bulan kedua tahun 2013, Dinkes hanya sebatas merencanankan pengawasan.
“Untuk tahun ini (2013) kami bakal kembali mengadakan pengujian bahan berbahaya terkandung pada makanan. Rencananya bakal ada tiga bahan berbahaya diperkirakan terkandung pada jajanan, yaitu rodamin yelow yang sebelumnya hanya rodamin merah dan boraks,” akunya. (HS-06)










Read More »
20.39 | 0 komentar

Komisioner Panwaslu Linggau Diseleksi Ulang

LUBUKLINGGU– Tiga komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Panwaslukada) Kota Lubuklinggau 2012 kemarin tidak bisa melanjutkan tugas. Mereka hasus mengikuti seleksi ulang agar bisa bertugas kembali pada Pemilihan Gubernur Sumsel (Pilgub) Juni 2013 mendatang. Seleksi ulang tiga komisioner Panwaslukada Kota Lubuklinggau dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ini karena nama Panwaslukada kini diubah menjadi Panwaslu.
“Selain Lubuklinggau, ada tiga daerah kabupaten/kota lainnya yaitu Pagaralam, Muaraenim dan Prabumulih,” kata Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumsel Kurniawan, kepada Harian Silampari, Selasa (12/2)

Read More »
20.29 | 0 komentar

* Percepat Program Linggau Terang Benderang

*Siapkan 175 Ampere Listrik Gratis*
Sedikitnya 175 rumah tangga kurang mampu di Kota Lubuklinggau diusulkan mendapat program bantuan ampere listrik gratis tahun 2013. Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat yang selama ini belum bisa menikmati aliran PLN bisa merasakan. 

Nova Sutriawan, Lubuklinggau

PEMBERIAN ampere meter listrik gratis berkapasitas 450 VA (2 ampre) merupakan program nyata yang tidak lama lagi diterapkan Dinas Pengerjaan Umum (PU) Kota Lubuklinggau. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat kurang mampu tersebar di delapan kecamatan di Kota Lubuklinggau. Dengan adanya pemberian ampere meter litrik gratis ini diharapkan bisa mempercepat program terang benderang Pemerintah Kota Lubuklinggau.
"Biaya pemasangan, instalasi, dan dua bola lampu untuk rumah tangga kurang mampu gratis. Dan kWh yang digunakan prabayar," ungkap Kabid Energi Dinas PU Kota Lubuklinggau Misno, kepada Harian Silampari, Selasa(12/2).
Dijelaskan Misno, program ampere meter gratis tersebut merupakan program PLN Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Dinas Energi dan Pertambangan Provinsi Sumatera Selatan. Program tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2012. Tahun lalu  sudah terpasang 198 ampere meter gratis untuk Kepala Keluarga (KK) kurang mampu di Kota Lubuklinggau.
Ditambahkan Misno, untuk syarat pengajuan sesuai dengan peraturan dan surat edaran dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Selatan. Yakni konsumen harus mempersiapkan foto copy KTP, foto copy KK, foto copy tanda rumah tangga miskin (RTS) dari kelurahan dan rumah harus berdekatan dengan jaringan listrik.
“Syarat pengajuan tersebut harus berdasarkan usulan dari setiap kelurahan dan kecamatan sesuai wilayah konsumen yang mengusulkan. Pihak kecamatan menyampaikan kepada pihak PU untuk dilaporkan kepada Dinas Energi dan Pertambangan Provinsi Sumatera Selatan,” paparnya.
Sebelumnya Manajer Perencanaan PLN Wilayah Sumsel, Jambi dan Babel (WS2JB) Djunaidi mengatakan,  listrik gratis berkapasitas 450 VA itu ditujukan untuk masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Biaya pemasangan, instalasi, dan bola lampu untuk rumah tersebut gratis dari PLN.
Djunaidi mengatakan daya berkapasitas 450 VA cukup untuk penggunaan tiga  titik lampu dan dua  stop kontak. Biaya yang dikeluarkan dari APBN untuk listrik gratis ini senilai Rp1,9 juta per rumah.  Dia mengemukakan jumlah rumah yang akan dipasang listrik gratis di WS2JB meningkat jika dibanding tahun lalu. Penambahan ini juga seiring dengan penambahan sebaran daerah di mana Kabupaten Empat Lawang.
 "Pada 2012 ada sekitar 5.400 rumah yang mendapat listrik gratis. Tahun ini kami tingkatkan jadi 11.000 rumah,"paparnya. (*)



Read More »
20.28 | 0 komentar

Sabtu, 09 Februari 2013

Warga Kesulitan Air Bersih

MUARA KELINGI- Banjir yang sejak lima hari lalu melanda Kecamatan Muara Kelingi masih merendam hingga ketinggian pinggang orang dewasa, msayarakat yang ingin beraktifitas terpaksa menggunakan perahu sederhana.
Memasuki hari kelima, tiga desa diwilayah Kecamatan Rawas Ilir masih berjibaku dengan air banjir yang berasal dari luapan sungai musi, tiga desa yang hingga kini masih terndam banjir tersebut diantaranya adalah Desa sungai Pinang, Bingin Jungut, dan Sungai Pinang. “ Ketinggian air masih susah untuk diprediksi, kadang surut namun tidak lama kemudian kembali naik,” jelas Camat Muara Kelingi, Chaidir saat dikonfirmasi Harian Silampari, Jumat  (8/2).


Read More »
13.25 | 0 komentar

Kamis, 07 Februari 2013

Anggaran Dewan Tidak Transparan

LUBUKLINGGAU- Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) transparan dalam hal penggunaan anggaran. Selama ini para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kota Lubuklinggau hanya melakukan kontrol anggaran digunakan eksekutif. Sementara untuk penggunaan anggaran di lingkungan kerja mereka terkesan ditutup-tutupi.
“GMNI sangat menyayangkan wakil rakyat tidak terbuka dalam hal anggaran. Sedangkan anggaran eksekutif selalu terbuka,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kota Lubuklinggau, Lepriyanto kepada Harian Silampari, Rabu (6/2).


Read More »
01.33 | 0 komentar

Delapan Wilayah Terisolir

RAWAS ILIR- Sedikitnya delapan wilayah di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, saat ini dalam kondisi terisolir. Masyarakat tidak bisa masuk maupun keluar dari delapan daerah tersebut untuk menjalankan aktivitas.
Delapan wilayah tadi yakni, Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh, dan Pauh I serta Kelurahan Bingin Teluk. Putusnya akses dari dan menuju kedelapan daerah tersebut akibat genangan air disebabkan hujan deras mengguyur Kecamatan Rawas Ilir beberapa hari terakhir. Banjir juga merendam sarana jalan utama yang menghubungkan desa dan kelurahan.


Read More »
01.32 | 0 komentar

DKP Belum Bayar Listrik 5 Bulan

LUBUKLINGGAU- Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Lubuklinggau hingga akhir Januari 2013 belum melunasi tagihan rekening listrik lampu jalan. Akibatnya total tagihan tunggakan rekening listrik mencapai Rp 100 juta.

Manager PLN Rayon Lubuklinggau, Asman Husin kepada Harian Silampari membenarkan jika DKP Kota Lubuklinggau hingga Rabu (6/2) belum membayar rekening pemakaian listrik lampu jalan. Tuggakan Rp 100 juta tersebut merupakan tagihan pemakaian listrik lampu jalan selama lima bulan terakhir.


Read More »
01.32 | 0 komentar

Selasa, 29 Januari 2013

Registrasi BPOM Ayoku Diduga Palsu


PT Fulgent Star Internasional dikelurahan Rahman Lubuklinggau Selatan I, tanpa papan merk perusahaan
Lapor : YLKI Lubuklinggau laporkan dugaan pemalsuan AYOKU
LUBUKLINGGAU- PT Fulgen Internasional selaku produsen air mineral kemasan merek Ayoku diduga memalsukan nomor registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Modusnya dengan mencantumkan kode BPOM RI MD249106012099 pada kemasan tutup. Namun pada kenyataannya nomor registrasi tersebut belum masuk dalam database registrasi BPOM RI. Kasus ini terungkap setelah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lubuklinggau-Musi Rawas melapor ke Mapolres Lubuklinggau, Senin (28/1). Laporan disampaikan Ketua YLKI Lubuklinggau Hasran Akwa melalui Sekretarisnya Nurussulhi Nawawai sekitar pukul 17.00 WIB.
Selain itu, YLKI juga melaporkan pemalsuan logo Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tertera pada kemasan Ayoku. Bahkan air minum kemasan diproduksi PT Fulgen Internasional tersebut dinilai tidak layak dipasarkan karena banyak melakukan pelanggaran perundang-undangan.

Read More »
11.02 | 1 komentar

BRI Kucurkan Kredit Rp 700 Milyar

LUBUKLINGGAU- Target penyaluran kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Lubuklinggau 2013 mencapai Rp 700 Milyar. Bahkan penyaluran kredit tidak hanya diberikan kepada pelaku usaha mikro, tapi juga pada pengusaha ritel. Kepastian ini disampaikan Kepala Cabang BRI Lubuklinggau, Taufik Hidayat, kepada Harian Silampari, Senin (28/1).
Menurutnya penyaluran kredit pada 2013 ini mengalami peningkatan 32 persen dari tahun sebelumnya hanya Rp 553 Milyar.
“Peningkatan kredit ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta pengusaha Lubuklinggau dan Musi Rawas. Sebab kredit tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan dana usaha tapi juga dana konsumtif,” katanya.

Read More »
10.57 | 0 komentar